Thursday, June 29, 2017

Cara Ganti Baterai UPS Vektor APC Merlin Gerin

UPS ( Uninterruptible Power Supply ) adalah sebuah alat elektronik yang fungsi utamanya  sebagai penyedia listrik cadangan untuk perangkat elektronika lain  ketika sumber listrik utama ( PLN) mati. Peratalan yang biasanya membutuhkan UPS diantaranya adalah PC ( Personal Computer ), Komputer server, Data Center, atau perangkat lain yang penting yang membutuhkan asupan listrik secara terus-menerus  dalam waktu tertentu. Di dalam sebuah UPS terdapat blok rangkaian charger yang fungsinya untuk mengisi  baterai atau accu dalam ups tersebut, blok rangkaian inverter yang berfungsi untuk merubah tegangan DC dari baterai menjadi tegangan AC yang karakteristiknya mirip dengan listrik PLN. Semakin mahal harga dari sebuah UPS, maka biasanya semakin komplek rangkaiannya dan fiturnya pun semakin canggih.

Karena sumber utama dari sebuah UPS adalah menggunakan baterai, maka dalam jangka waktu tertentu, baterai atau accu pada UPS tersebut akan mengalami kerusakan. Meskipun UPS tersebut jarang digunakan untuk back up listrik dikarenakan listrik dari PLN jarang mati, namun karena pada ups tersebut terjadi pengisian arus baterai yang terus-menerus, maka cell baterai akan mengalami penurunan atau bahkan mengalami kerusakan.  Oleh karena itu harus dilakukan penggantian baterai atau accu pada UPS tersebut. Untuk jenis baterai, ukuran dan kapasitasnya tergantung jenis UPS yang digunakan.

Baca juga: UPS vektor VT1200i Tidak konek listrik PLN ( Bunyi terus )

Sebelum anda mengganti baterai dari sebuah UPS, ada beberapa hal yang harus anda perhatikan termasuk gejala-gejala yang timbul jika baterai UPS sudah waktunya diganti. Berikut ini beberapa gejala ketika baterai UPS sudah habis dan perlu diganti.
  1. UPS ikut mati ketika sumber listrik utama tidak masuk atau hilang atau dengan kata lain tidak bisa melakukan backup listrik. Contoh. Ketika anda menggunakan UPS untuk PC. Ketika listirk PLN mati, maka UPS dan PC anda ikut mati.
  2. UPS bisa backup listrik tetapi hanya sebentar meskipun beban yang terhubung sesuai dengan daya dari UPS tesebut.
  3. UPS tidak bisa dicharge. Meskipun UPS lama di charge namun baterainya tidak terisi.
  4. Betuk dari baterai sudah tidak normal misalnya menggelembung, retak atau sebagainya.
  5. Baterai sudah kadaluarsa. Biasanya baterai yang digunakan UPS adalah jenis accu kering. baterai ini mempunyai batas waktu pemakaian sehingga baterai harus diganti setelah mencapai waktu tertentu. Biasanya umur dari sebuah baterai UPS adalah berumur 1-3 tahun tergantung pemakaian, suhu, dll.
Jika salah satu atau semua pada poin diatas sudah terjadi, maka sudah waktunya anda mengganti baterai dari UPS anda. Namun sebelum anda menggati baterai dari sebuah UPS, ada beberapa hal yang harus diperhatikan.
  • Baterai yang digunakan sebagai baterai pengganti harus sama dengan baterai bawaan UPS terutama tegangan dari baterai tersebut. Untuk arus  biasanya meskipun lebih besar tidak akan bermasalah namun mengingat semakin besarnya arus sebuah baterai biasanya ukuran fisik dari baterai juga akan semakin besar sehingga kemungkinan tidak akan muat ketika dipasang dalam casing UPS tersebut.  Oleh karena itu saya sarankan menggunkan baterai  yang sesuai dengan bawannya.
  • Untuk gejala no 3 pada poin diatas, Pada kasus tersebut ada 2 kemungkinan yaitu baterai sudah rusak atau sistem charger pada UPS sudah rusak. Oleh karena itu sebelum penggantian baterai, maka anda harus menganalisa terlebih dahulu tegangan charger baterai apakah normal atau tidak.  Jika ternyata tegangan chargernya bermasalah maka sebelum mengganti baterai, perbaiki terlebih dahulu sistem chargernya.
  • Perhatikan beban yang anda gunakan pada UPS tersebut. Pastikan beban yang terhubung dengan UPS sesuai dengan beban yang disarankan. Hal ini karena meskipun baterai sudah diganti, jika beban yang terhubung dengan UPS lebih besar, maka UPS tidak akan mampu untuk membackup listrik yang dibutuhkan. Kalaupun mampu, maka UPS tidak akan bertahan lama atau bahkan bisa merusak komponen pada bagian inverter. Hal ini karena kerja inverter akan lebih berat.
Setelah anda mengetahui poin-poin di atas, langkah selanjutnya adalah proses penggatian baterai pada UPS, Pada contoh di sini yang mengunakan UPS merek Vektor Ablerex Vesta VT 1200, baterai yang digunakan adalah 2 buah baterai dengan tegangan 12V/7Ah  yang dipasang secara seri. Karena dipasang secara seri, maka tegangan yang beroperasi untuk membangkitkan UPS adalah 24V dengan arus sebesar 7Ah. Penggantian baterai pada semua jenis UPS pada dasarnya adalah sama yang membedakan hanyalah cara membuka casing UPS, baterai yang digunakan, dan tegangan charger yang beroperasi.

Berikut ini langkah-langkah penggantian baterai UPS
  • Langkah pertama adalah bongkar penutup baterai. Setelah penutup baterai terbuka, silahkan ganti baterai yang lama dengan baterai yang baru.
  • Hubungkan UPS dengan listrik PLN, kemudian nyalakan UPS tersebut.
  • Cabut salah satu kabel yang menghubungkan baterai dengan rangkaian UPS, setelah itu ukur tegangan  charger yang hadir. Pada contoh di sini tegangan charger yang hadir adalah sebesar 27,7 V. Untuk UPS yang menggunakan tegangan baterai 12 V biasanya tegangan chargernya adalah sebesar 13,8V.
Cara Ganti Baterai UPS
Mengukur tegangan charger
  • Jika tegangan charger normal, langkah selanjutnya adalah pengetesan tegangan output UPS. Silahkan ukur tegangan outpun UPS ketika bypass dari PLN dan ketika UPS dalam mode backup. Untuk mengukur tegangan backup, tinggal cabut saja kabel power PLN, kemudian ukur tegangan outputnya.

Cara Ganti Baterai UPS
Mengukur tegangan output
Cara Ganti Baterai UPS
Mengukur tegangan output ( backup )
  • Jika semua tegangan normal, berarti anda sudah berhasil mengganti baterai UPS tanpa harus memanggil tenaga ahli yang tentunya akan memerlukan biaya tambahan.

Itulah ulasan tentang penggatian baterai UPS, gejala UPS ketika baterai sudah habis, serta hal-hal yang harus diperhatikan sebelum mengganti baterai UPS. Saya berharap semoga tulisan ini bermanfaat untuk pembaca semua. Jangan ragu untuk like dan share artikel ini karena mungkin ada saudara kita yang lain yang  membutuhkan artikel ini. Akhir kata saya mengucapkan terima kasih karena sudah berkunjung ke blog sederhana ini.

Artikel Terkait

Tata tertib berkomentar
1. Komentar harus relevan dengan konten yang dibaca
2. Mengunakan bahasa yang sopan
3. Tidak mengandung unsur SARA or Bullying.
4. Dilarang SPAM
5. Dilarang menyisipkan link pada isi komentar. Aktif ataupun tidak.

Terimakasih.
EmoticonEmoticon