Kapasitor Keramik tegangan tinggi dan Cara Pengujiannya

Kapasitor keramik adalah sebuah kapasitor non polar yang berbahan dasar keramik. Kapaitor ini mempunyai bentuk bulat tipis dengan dua kaki.
Salah satu kerusakan yang seting terjadi pada komponen ini adalah terjadinya kebocoran. Kebocoran kapasitor keramik sering terjadi ketika kapasitor keramik tersebut dilewati tengan tinggi. Jika dilakukan pengujian atau pengecekan pada kapasitor tersebut dengan menggunakan avo meter analog atau digital, biasanya tidak akan terdeteksi adanya kebocoran. Hal ini akan mengakibatkan peluang keberhasilan dalam proses perbaikan akan menjadi kecil.



Sebagai contoh pada sebuah rangkaian bagian tegangan tinggi power supply monitor, jika kapasitor mengalami kegagalan  akan menyebabkan masalah intermittent seperti tegangan berkedip.

Kapasitor keramik biasa dan berlapis resin
Pemeriksann menggunakan kapasitansi AVO analaog dan Avo digital tidak akan bisa mendeteksi kegagalan kapasitor keramik dalam suatu board perangkat elektronika. Kebocoran pada kapasitor keramik dalam suatu rangkaian elektronika  dapat munurunkan  tegangan dan menyebabkan masalah internittent

Untuk lebih jelasnya bisa disimak pada  contoh kasus berikut ini.
Pada sebuah  bord monitor CRT, pada jalur screen (G2) memiliki tegangan antara 200 hingga 600 volt. Pada jalur G2 ini terdapat kapasitor keramik bernilai 102,103, 472 dan memiliki batas tegangan dari 1 kilovolt hingga 2 kilovolt.
Jika kapasitor keramik ini gagal bekerja, maka akan menyebabkan tegangan screen menjadi rendah sehingga tidak ada tampilan atau gambar. Pada kondisi sangatlah tidak mungkin bagi suatu ohm meter  dengan tegangan 12v dan suatu kapasitansi meter digital dengan  tegangan keluaran 3 volt dapat menguji kapasitor keramik yang memiliki batas tegangan  1-2 kilovolt atau bahkan 3 kilo volt pada beberapa rangkaian secara akurat.

Cara yang benar untuk mengukur atau menguji kebocoran sebuah kapasitor keramik yang memiliki batas tegangan tinggi adalah dengan menggunakan insulation tester. Sebuah insulation meter ini memiliki jangkauan tegangan yang berbeda sesuai dengan mereknya. Ada yang memiliki rentang tegangan dari 50volt - 1000volt dan ada juga yang memiliki jangkauan tegangan 100-5000 volt.

Kapasitor Keramik dan Cara Pengujiannya
Insulation tester - kew-ltd.co.jp

Untuk pengujian kapasitor keramik yang berlapis resin biru yang bertanda 104 50v, selain menggunakan kapasitansi meter digital untuk mengukur nilai kapasitansi, juga harus menggunakan sebuah multimenter analog. Setel pada jangkauan x10Kohm yang memiliki tegangan keluaran 12 volt  dari probes untuk memeriksa kapasitor keramik tipe ini. Dari hasil pengukuran dengan menggunakan kedua alat tersebut bisa saja menunjukan hail tes yang berbeda misalnya ketika menggunakan kapasitansi meter digital menunjukan haisil OK namun ketika menggunakan multimeter analog menunjukan bahwa kapasitor dalam keadaan bocor ( menunjukan pembacaan hubung singkat ). Oleh karena itu kita harus menggunakan kedua alat tersebut.

Di pasaran terdapat beberapa merek multitester analog yang memiliki jangkauan x100k ohm. jika kita melepas penutupnya , kitas tidak akan menemukan baterai 9 volt di dalamnya, namun  yang ada hanyalah baterai 1,5 v sebanyak 2 buah. Tipe ini tidak dapat mendeteksi kebocoran sebuah kapasitor keramik secara akurat karena  tegangan keluaran dari probe hanya sebesar 3 volt.

Jika kapasitor keramik selalu gagal bekerja walaupun sudah diganti maka sebaiknya  anda menggantinya dengan menggunakan tipe kapasitor keramik berlapis resin. Jika ingin memperpanjang umur dari kapasitor keramik, sebaiknya anda menggunakan kapasitor yang memiliki batas tegangan yang lebih tinggi dari aslinya.


Sumber : Modul pengujian komponen elektronika ( MASIMMOW )

0 Response to "Kapasitor Keramik tegangan tinggi dan Cara Pengujiannya"

Post a Comment

Tata tertib berkomentar
1. Komentar harus relevan dengan konten yang dibaca
2. Mengunakan bahasa yang sopan
3. Tidak mengandung unsur SARA or Bullying.
4. Dilarang SPAM
5. Dilarang menyisipkan link pada isi komentar. Aktif ataupun tidak.

Terimakasih.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel