Mengenal Komponen Elektronika

Posted on
Dalam suatu rangkaian elektronika terdapat berbagai macam komponen yang saling mempengaruhi satu sama lain dan masing-masing komponen elektronika tersebut memiliki fungsi-fungsinya tersendiri sehingga terbentuklah suatu rangkaian elektronika. Seiring dengan perkembangan teknologi, komponen-komponen Elektronika semakin bervariasi terutama kompone IC, perkembangan komponen IC ini terlihat jelas dengan dibuatnya chip-chip canggih yang terbentuk dari jutaan komponen yang dijadikan satu. Sebagai contoh dalam perkembangan teknologi smartphone. Kalau kita perhatikan komponennya akan terlihat jauh berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Untuk smartphone keluaran baru komponennya hampir 90% terbentuk oleh banyak chip.  Tetapi walaupun demikian komponen-komponen dasar pembentuk sebuah peralatan elektronika seperti Resistor, Kapasitor, Transistor, Dioda, Induktor dan IC masih tetap digunakan hingga saat ini. Setiap komponen elektronika memiliki tipe, nilai dan simbol yang berbeda-beda. Tipe dan nilai yang melekat pada suatu komponen elektronika memberikan arti fungsi dan pabrikan pembuatnya. Sedangkan simbol komponen elektronika ditentukan berdasarkan jenis dan fungsinya tanpa membedakan pabrik pembuat komponen elektronika tersebut. 

Jenis-jenis Komponen Elektronika

 
Berdasarkan Ukuran, bentuk dan cara pemasangannya

Berdasarkan Ukuran, bentuk dan cara pemasangannya komponen elektronika dibedakan dalam 2 jenis yaitu jenis SMD (Surface Mount Device) dan jenis umum.

1. Komponen Elektronika Jenis SMD (Surface Mount Device) 

Komponen elektronika jenis SMD (Surface Mount Device) ini adalah komponen elektronika yang didesain  kecil. Untuk bentuk fisiknya sedikit berbeda dengan komponen yang umum atau reguler, terutama bentuk resistor dan kapasitor. Dengan desain yang kecil ini bisa menghemat ruang dalam PCB. Pada umumnya komponen elektronika jenis SMD adalah komponen elektronika jenis terbaru seperti pada gambar berikut.

Penerapan komponen elektronika jenis SMD ini dapat dilihat pada perangkat komputer seperti  motheboard komputer, RAM, serta digunakan pada perangkat elektronikan yang sudah cangging seperti smartphone dan sebagainya

2. Komponen Elektronika Jenis Umum (Reguler)

Komponen jenis umum adalah komponen elektronika yang secara fisik lebih besar, komponen jenis ini pada umumnya digunakan pada perangkat atau rangkaian elektronika yang masih sederhana  serta biasanya digunakan pada perangkat elektroni yang membutuhkan daya besar misalnya power amplifier dan sebagainya. Komponen untuk jenis umum ini digunakan pada papan pcb yang memiliki satu layer. Untuk lebih jelasnya berikut ini contoh rangkaian yang menggunakan komponen elektronika reguler

(rangkaian amplifier)
Jenis komponen elektronika berdasarkan fungsi dan cara kerjanya

Berdasarkan fungsi dan cara kerjanya komponen elektronika dibedakan menjadi dua jenis yaiu komponen pasif dan komponen aktif.

1. Komponen Elektronika Pasif

Komponen pasif adalah komponen elektronika yang dalam pengoperasiannya tidak membutuhkan suber tegangan atau sumber arus tersendiri. Komponen pasif pada umumnya digunakan sebagai pembatas arus, pembagi tegangan, dan filter pasif. Komponen elektronika yang termasuk ke dalamjenis jenis komponen pasif diantarnya adalah resistor, kapsitor, induktor,saklar,transformator
 

2. Komponen Elektronika Aktif

Komponen aktif adalah komponen elektronika yang dalam pengoperasiannya membutuhkan sumber tegangan atau sumber arus dari luar. Ada banyak tipe komponen aktif yang digunakan dalam rangkaian atau sitem elektronika. Secara umum komponen aktif dibangun mengunakan bahan semikonduktor yang didesain sedemikian rupa sehingga memiliki fungsi, nilai dan kapasitas sesuai kebutuhan yang diinginkan. Beberapa contoh komponen aktif diantaranya adalah transistor, dioda, IC, thyristor, Transducer

 
Berikut ini macam-macam komponen yang umum  digunakan pada rangkaian elektronika.
1. Resistor (hambatan)

Resistor  adalah komponen elektronika pasif yang berfungsi untuk menghambat dan mengatur arus listrik dalam suatu rangkaian Elektronika. Satuan nilai  hambatannya adalah Ohm (Ω). Nilai Resistor biasanya diwakili dengan gelang warna atau kode angka yang terdapat di badan Resistor. Dalam aplikasinya resistor dapat dirangkai secara seri dan paralel, pada rangkaian seri maka resistor dapat difungsikan sebagai pembagi tegangan dengan karakteristik nilai resistor akan bertambah sesuai dengan nilai resistor yang dihubung seri tersebut. Kemudian resistor pada konfigurasi paralel resistor berfungsi sebagai pembagi arus dan memiliki karkateristik nilai resistansi menjadi lebih rendah berbanding terbalik dengan jumlah dan nilai resistansi resistor yang diparalel.

Berikut ini jenis-jenis komponen resistor

  • Resistor yang nilainya tetap, resistor yang nilainya tidak bisa dirubah lagi
  • Resistor yang nilainya bisa diatur ( variable), Resistor Jenis ini sering disebut juga dengan Variable Resistor ataupun Potensiometer.  
  • Resistor yang Nilainya dapat berubah sesuai dengan intensitas cahaya, Resistor jenis ini disebut dengan LDR atau Light Dependent Resistor
  • Resistor yang Nilainya dapat berubah sesuai dengan perubahan suhu, Resistor jenis ini disebut dengan PTC (Positive Temperature Coefficient) dan NTC (Negative Temperature Coefficient)
B. Kapasitor (Capacitor)

Kapasitor atau disebut juga dengan Kondensator adalah komponen elektronika pasif yang dapat menyimpan energi atau muatan listrik dalam sementara waktu. Satuan nilai untuk Kapasitor adalah Farad (F). Selain sebagai penyimpan muatan listrik kapasitor juga dapat digunakan sebagai penghubung atau coupling sinyal atau isyarat AC dalam suatu rangkaian pemroses sinyal.
Jenis-jenis Kapasitor:

( simbol kapasitor)

kapasitor terbagi menjadi beberapa jenis yaitu sebagai berikut.

1. Kapasitor nilai tetap (Fixed Capasitor)

Kapasitor Nilai Tetap atau Fixed Capacitor adalah Kapasitor yang nilainya konstan atau tidak berubah-ubah. Kapasitor jenis ini terbagi menjadi dua yaitu:

1. Kapasitor Berpolaritas  (kapasitor no polar).

(kapasitor nonpolar)

Kapasitor jenis ini terbagi menjadi beberapa jenis dengan nama sesuai bahan pembuatnya  seperti Kapasitor keramik, Kapasitor Kertas, Kapasitor Polyester, Kapasitor mika, dan Kapasitor Tantalum.

2. Kapasitor Berpolaritas (kapasitor Bipolar)

( kapasitor bipolar )

Kapasitor jenis ini adalah kapasitor yang memiliki polaritas pada kakinya sehingga dalam pemasangannya jangan sampai terbalik. Biasanya kalau pemasangannya terbalik akan menyebabkan kapasitor terbakar. Yang termasuk ke dalam kapasitor jenis ini diantanya adalah  Kapasitor Elektrolit atau Electrolite Condensator (ELCO) dan Kapasitor Tantalum

B. Kapasitor Variable (Variable Capasitor)

Kapasitor variabel adalah Kapasitor yang nilai Kapasitansinya dapat diatur atau berubah-ubah. Secara fisik, Kapasitor Variabel ini terdiri dari 2 jenis yaitu :

1. Varco (Variable Condensator)

( varco )

VARCO (Variable Condensator) yang terbuat dari Logam dengan ukuran yang lebih besar dan pada umumnya digunakan untuk memilih Gelombang Frekuensi pada Rangkaian Radio (digabungkan dengan Spul Antena dan Spul Osilator). Nilai Kapasitansi VARCO berkisar antara 100pF sampai 500pF

2. Trimmer

( trimmer kapasitor )

Trimmer adalah jenis Kapasitor Variabel yang memiliki bentuk lebih kecil sehingga memerlukan alat seperti Obeng untuk dapat memutar Poros pengaturnya. Trimmer terdiri dari 2 pelat logam yang dipisahkan oleh selembar Mika dan juga terdapat sebuah Screw yang mengatur jarak kedua pelat logam tersebut sehingga nilai kapasitansinya menjadi berubah. Trimmer dalam Rangkaian elektronika berfungsi untuk menepatkan pemilihan gelombang Frekuensi (Fine Tune). Nilai Kapasitansi Trimmer hanya maksimal sampai 100pF.
Pada perangkat elektronika, kapasitor memiliki pengaruh yang sangat besar . Berikut ini fungsi komponen kapasitor dalam sebuah rangkaina elektronika.

  • Kapasitor berfungsi untuk menyimpan tegangan listrik.
  • Kapasitor berfungsi sebagai jembatan (konduktor) yang bisa memberi jalan Arus AC.
  • Kapasitor berfungsi untuk menghambat arus listrik DC.
  • Kapasitor berfungsi penyaringan di dalam rangkaian power supply.
  • Kapasitor bisa membangkitkan Frekuensi didalam rangkaian Osilator.
  • Kapasitor berfungsi sebagai pemilah dan pimilih gelombang frekuensi.
C. Induktor (Inductor)

Induktor adalah sebuah komponen elektronika pasif  yang dapat menyimpan energi pada medan magnet yang ditimbulkan oleh arus listrik yang melintasinya. Kemampuan induktor untuk menyimpan energi magnet ditentukan oleh induktansinya, dalam satuan Henry. Biasanya sebuah induktor adalah sebuah kawat penghantar yang dibentuk menjadi kumparan, lilitan membantu membuat medan magnet yang kuat didalam kumparan dikarenakan hukum induksi Faraday. Induktor adalah salah satu komponen elektronik dasar yang digunakan dalam rangkaian yang arus dan tegangannya berubah-ubah dikarenakan kemampuan induktor untuk memproses arus bolak-balik.

( induktor )

Sebuah induktor ideal memiliki induktansi, tetapi tanpa resistansi atau kapasitansi, dan tidak memboroskan daya.

Seperti halnya komponen resistor dan kapasitor, komponen inductor juga terbagi menjadi dua jenis yaitu Induktor yang nilainya tetap dan Induktor yang nilainya dapat diatur atau sering disebut dengan Coil Variable.

D. Dioda (Diode)

( dioda )
Diode adalah Komponen Elektronika Aktif yang berfungsi untuk menghantarkan arus listrik ke satu arah dan menghambat arus listrik dari arah sebaliknya. Diode terdiri dari dua Elektroda yaitu Anoda dan Katoda.
Berdasarkan Fungsinya, komponen Dioda terdiri dari beberapa jenis yaitu:
  • Dioda Biasa atau Dioda Penyearah yang umumnya terbuat dari Silikon dan berfungsi sebagai penyearah arus bolak balik (AC) ke arus searah (DC).
  • Dioda Zener (Zener Diode) yang berfungsi sebagai pengamanan rangkaian setelah tegangan yang ditentukan oleh Dioda Zener yang bersangkutan. Tegangan tersebut sering disebut dengan Tegangan Zener.
  • LED (Light Emitting Diode) atau Diode Emisi Cahaya yaitu Dioda yang dapat memancarkan cahaya monokromatik.
  • Dioda Foto (Photo Diode) yaitu Dioda yang peka dengan cahaya sehingga sering digunakan sebagai Sensor.
  • Dioda Schottky (SCR atau Silicon Control Rectifier) adalah Dioda yang berfungsi sebagai pengendali .
  • Dioda Laser (Laser Diode) yaitu Dioda yang dapat memancar cahaya Laser. Dioda Laser sering disingkat dengan LD.

E. Transistor

( transistor )

Transistor merupakan Komponen Elektronika Aktif yang memiliki banyak fungsi dan merupakan Komponen yang memegang peranan yang sangat penting dalam dunia Elektronik. Beberapa fungsi Transistor diantaranya adalah sebagai Penguat arus, sebagai Switch (Pemutus dan penghubung), Stabilitasi Tegangan, Modulasi Sinyal, Penyearah dan lain sebagainya. Transistor terdiri dari 3 Terminal (kaki) yaitu Base/Basis (B), Emitor (E) dan Collector/Kolektor (K). Berdasarkan strukturnya, Transistor terdiri dari 2 Tipe Struktur yaitu PNP dan NPN. UJT (Uni Junction Transistor), FET (Field Effect Transistor) dan MOSFET (Metal Oxide Semiconductor FET) juga merupakan keluarga dari Transistor.


F. IC (Integrated Circuit)

( integrated circuit )
IC (Integrated Circuit) adalah Komponen Elektronika Aktif yang terdiri dari gabungan ratusan bahkan jutaan Transistor, Resistor dan komponen lainnya yang diintegrasi menjadi sebuah Rangkaian Elektronika dalam sebuah kemasan kecil. Bentuk IC (Integrated Circuit) juga bermacam-macam, mulai dari yang berkaki 3 (tiga) hingga ratusan kaki (terminal). Fungsi IC juga beraneka ragam, mulai dari penguat, Switching, pengontrol hingga media penyimpanan. Pada umumnya, IC adalah Komponen Elektronika dipergunakan sebagai Otak dalam sebuah Peralatan Elektronika. IC merupakan komponen Semi konduktor yang sangat sensitif terhadap ESD (Electro Static Discharge).

Sebagai Contoh, IC yang berfungsi sebagai Otak pada sebuah Komputer yang disebut sebagai Microprocessor terdiri dari 16 juta Transistor dan jumlah tersebut belum lagi termasuk komponen-komponen Elektronika lainnya.

G. Saklar (Switch)

Saklar adalah komponen elektronika yang bekerja sebagai pemutus atau pemilih sinyal secara mekanik. Saklar memiliki dua bagian utama yaitu kontaktor dan tuas saklar.Salah satu bentuk dan simbol saklar dapat dilihat pada gambarberikut.
saklar,bentuk saklar,simbol saklarDalam menjalankan tugasnya saklar membutuhkan operator sebagai penggerak tuas. Operator tuas saklar dapat berupa suatu sistem elektro mekanis maupun operator manusia secara manual.

Itulah macam-macam komponen elektronika yang umum digunakan pada perangkat elektronika, semoga artikel ini bisa bermanfaat.

11 thoughts on “Mengenal Komponen Elektronika

    1. Untuk mengukur komponen ic kita harus melakukannya dlam rangkaian yaitu dengan melihat datasheets dari ic tersebut kemudian lakukan pengukuran dalam keadaan rangkaian sedang menyala, bandingkan data hasil ukur dengan data pada datasheets IC tersebut

  1. sy masih belajar kang kbetulan monitor Led samsung sy rusak,kasusnya kalo di nyalain putih terang perlahan lahan pudar menjadi hitam ,barang kali bisa bantu permasalahanya dimana ya..makasih kang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *